<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Catatan Kecil</title>
	<atom:link href="http://metaholic.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://metaholic.wordpress.com</link>
	<description>The beauty of togetherness and sharing</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Apr 2012 09:15:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='metaholic.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Catatan Kecil</title>
		<link>http://metaholic.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://metaholic.wordpress.com/osd.xml" title="Catatan Kecil" />
	<atom:link rel='hub' href='http://metaholic.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>BUDAYA HEDONISME</title>
		<link>http://metaholic.wordpress.com/2012/04/09/budaya-hedonisme/</link>
		<comments>http://metaholic.wordpress.com/2012/04/09/budaya-hedonisme/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Apr 2012 01:14:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masnoer®</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metaholic.wordpress.com/?p=309</guid>
		<description><![CDATA[Budaya merupakan suatu perilaku, tindakan atau kebiasaan yang dilakukan masyarakat dan biasanya berkembang menjadi sebuah gaya hidup masyarakat yang memilikinya. Budaya juga dapat dikatakan sebagai karakter suatu kelompok orang atau masyarakat. Berbagai bentuk budaya yaitu sistem agama dan politik, gaya hidup, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Dalam ilmu kependudukan, budaya merupakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=metaholic.wordpress.com&amp;blog=7491808&amp;post=309&amp;subd=metaholic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Budaya merupakan suatu perilaku, tindakan atau kebiasaan yang dilakukan masyarakat dan biasanya berkembang menjadi sebuah gaya hidup masyarakat yang memilikinya. Budaya juga dapat dikatakan sebagai karakter suatu kelompok orang atau masyarakat. Berbagai bentuk budaya yaitu sistem agama dan politik, gaya hidup, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam ilmu kependudukan, budaya merupakan sebuah hal penting yang tidak dapat dipisahkan dengan penduduk. Kaitan budaya dengan perencanaan wilayah sangatlah mempengaruhi kebutuhan masyarakat yang mendiaminya. Apabila masyarakat perkotaan yang budayanya konsumtif maka sarana prasarana yang dibutuhkan pastilah yang berhubungan dengan perdagangan dan jasa seperti mall, berbeda dengan masyarakat pedesaan yang budaya tradisionalnya masih kuat seperti tradisi bertani secara turun temurun memerlukan sarana prasana yang dapat mendukung hal tersebut seperti koperasi.<span id="more-309"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Budaya-budaya yang positif memang harus dipertahankan keutuhannya sebagai simbol identitas suatu kelompok orang atau masyarakat. Namun bagaimana dengan budaya yang buruk?? Budaya sendiri dapat dikatakan baik atau buruk apabila dilihat dari sisi-sisi tertentu. Contoh budaya yang mungkin dapat dikatakan buruk yaitu gaya hidup hedonis masyarakat kota-kota besar. Anggapan bahwa materi atau kesenagan adalah segalanya rupanya menjadi prinsip banyak orang yang tinggal di kota-kota metropolis. Mereka berlomba-lomba untuk dapat meraih apa yang mereka impikan walaupun mereka harus mengeluarkan banyak uang untuk mendapatkannya. Clubbing, liburan ke luar negeri, sekolah cuma mau yang internasional atau bahkan home schooling, kemana-mana harus bawa mobil, tinggal di apartemen, koleksi gadget serba mahal, belanja dan makan serba mewah, perawatan ke salon termahal, olah raga golf, atau masih banyak kegiatan “hedon” lain yang mereka biasa kerjakan demi memperoleh kepuasan. Tapi apa benar hedonisme itu buruk??</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Wikipedia, Hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa orang akan menjadi bahagia dengan mencari kebahagiaan sebanyak mungkin dan sedapat mungkin menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan. Jadi anggapan yang menyatakan bahwa hedonisme adalah buruk tidak dapat dikatakan sepenuhya benar. Tidak semua orang yang mengejar kesenangan selalu merepotkan atau merugikan orang lain. Seseorang dikatakan merepotkan atau merugikan orang lain apabila seseorang tersebut menggunakan hak atau uang orang lain untuk mendapatkan kesenangannya. Kehidupan di kota-kota besar banyak menuntut masyarakatnya untuk mencari kesenangan setelah seharian menjalani rutinitas yang padat dan menjemukan. Tidak dapat dipungkiri kesenangan yang mereka cari menuntut banyak uang untuk meraihnya. Entah itu uang yang mereka peroleh berasal dari hasil kerja keras mereka sendiri ataupun yang mereka dapat secara tidak baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Gaya hidup konsumtif dan serba bermewah-mewahan tersebut memang membawa pengaruh negatif apabila hal tersebut dapat membutakan masyarakat kota besar untuk hanya memikirkan bagaimana memperoleh uang yang banyak tanpa melihat keadaan yang sebenarnya. Namun di sisi lain kebiasaan tersebut dapat memotivasi seseorang untuk mendapatkan apa yang dicita-citakan. Tergantung pada cara memperoleh kesenangan yang diinginkan. Apabila dilakukan secara benar dan tidak merugikan orang lain, seperti contohnya seorang mahasiswa yang berbisnis konveksi atau bekerja sambilan demi memperoleh cita-citanya membeli mobil tanpa merepotkan orang tuanya merupakan hal yang patut diacungi jempol daripada seorang pejabat negara yang dengan seenaknya melakukan korupsi demi memenuhi kebutuhan untuk berfoya-foya dan mengikuti tren hidup mewah.Namun apabila dilihat dari segi kependudukan Indonesia, budaya hedonisme tidaklah pantas dijadikan sebuah gaya hidup. Menurut saya budaya hedonisme hanya cocok bagi masyarakat negara maju yang memang mendukung dan mendorong akan hal itu. Namun bagaimana dengan negara berkembang yang masih banyak memiliki masalah kependudukan baik itu masalah sosial, ekonomi dan politik dimana jurang pemisah antara si kaya dengan si miskin masih sangat lebar?? Hal ini dapat dikatakan miris apabila seseorang berfoya-foya sementara orang-orang di sekitarnya menderita atau serba kekurangan. Jadi kesimpulannya, pembaca sendirilah yang patut menilai budaya hedonisme itu baik atau buruk tergantung dari mana pembaca melihatnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/metaholic.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/metaholic.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/metaholic.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/metaholic.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/metaholic.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/metaholic.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/metaholic.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/metaholic.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/metaholic.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/metaholic.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/metaholic.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/metaholic.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/metaholic.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/metaholic.wordpress.com/309/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=metaholic.wordpress.com&amp;blog=7491808&amp;post=309&amp;subd=metaholic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metaholic.wordpress.com/2012/04/09/budaya-hedonisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e84d2e947262eeeb340eef065e0dde0b?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">masnoer®</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Emansipasi</title>
		<link>http://metaholic.wordpress.com/2012/02/24/emansipasi/</link>
		<comments>http://metaholic.wordpress.com/2012/02/24/emansipasi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Feb 2012 00:49:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masnoer®</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metaholic.wordpress.com/?p=301</guid>
		<description><![CDATA[Untuk saat ini bisa dibilang istilah emansipasi wanita menjadi tolak ukur disetarakannya hak kaum hawa dengan adam. Jika dirujuk pemicu utama tuntutan ini adalah pandangan miring terhadap peran wanita dan terbatasnya ruang gerak mereka. Atau berdasarkan kasus yang menimpa Kartini misalnya, disebabkan oleh pembatasan hak wanita dalam pendidikan, otoritas, kedudukan di muka hukum (legalitas), dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=metaholic.wordpress.com&amp;blog=7491808&amp;post=301&amp;subd=metaholic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Untuk saat ini bisa dibilang istilah emansipasi wanita menjadi tolak ukur disetarakannya hak kaum hawa dengan adam. Jika dirujuk pemicu utama tuntutan ini adalah pandangan miring terhadap peran wanita dan terbatasnya ruang gerak mereka. Atau berdasarkan kasus yang menimpa Kartini misalnya, disebabkan oleh pembatasan hak wanita dalam pendidikan, otoritas, kedudukan di muka hukum (legalitas), dan banyak lainnya. Pandangan miring terhadap wanita ini sejatinya tidak berdasar, apalagi dilihat melalui kacamata Islam. Bahkan kehadiran Islam sendiri salah satunya adalah untuk membebaskan ketertindasan yang dialami kaum hawa. Sosok wanita dalam Islam sangat berharga untuk dinilai. Sampai-sampai Nabi Muhammad menyanjungnya dengan ungkapan “sebaik-baiknya perhiasan dunia”. Namun tunggu dulu, kaum hawa jangan bangga dulu, sanjungan itu hanyalah untuk wanita yang berpredikat “sholihah”.<span id="more-301"></span>Penghormatan Islam terhadap wanita ini sudah ada jauh sebelum Kartini “memberontak” untuk diberi hak perannya. Seorang Orientalis bernama Karen Armstrong bahkan mengakuinya, dia menulis: “Emansipasi wanita adalah sebuah proyek yang didukung oleh Nabi. Al-Qur’an sudah memberi wanita hak warisan dan perceraian berabad-abad sebelum wanita Barat memperoleh status ini.”  (Karen Armstrong, Islam A Short History, (London: Phoenix Press, 2002), p. 20) Pemberontakan yang dilakukan Kartini ini menarik jika dilihat melalui kondisi wanita Indonesia pada waktu itu. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa Kartini “berjasa besar” dalam menghantarkan kaum wanita Indonesia menuju mimbar kehormatan dan gerbang kebebasan. Namun yang harus dipahami dan wajib ditekankan adalah bahwa kebebasan bukan berarti kebablasan. Merunut realita saat ini, wanita modern tidak lagi dipandang sebelah mata, mereka lebih dihargai dan dihormati. Kaum wanita telah banyak meniti karir, pendidikan, politik, bahkan memiliki jabatan yang melebihi kaum pria. Terlebih agaknya sudah menjadi slogan bersama bahwa wanita modern adalah wanita karir dengan pendidikan yang tinggi. Tidak berkarir adalah tidak modern, begitu kira-kira.</p>
<p style="text-align:justify;">Ironisnya, karena terlalu sibuk meniti karir, para wanita seakan lupa menyadari dan mengabaikan tugas utamanya dalam keluarga dan lingkungan sosial. Format produktifitas kerja menuntut mereka untuk bekerja secara profesional yang imbasnya menyita waktu dan pikiran. Walaupun dari sini para wanita karir tersebut mendapat materi sebagai imbalan. Pada posisi ini, sebenarnya wanita telah “dipolitisasi” menjadi sekedar bagian dari industri kapitalis. Akibatnya, wanita banyak mengorbankan waktunya sehingga keluarga yang seharusnya menjadi prioritas utama terabaikan dan terbengkalai. Kasus ini tidak lebih seperti budaya masyarakat Barat yang materialistis, yang mengukur segala sesuatu dari materi. Ditambah dukungan kaum feminis menjadikan para wanita tergiring ke luar rumah, berkarier dengan bebas dan tidak tergantung lagi pada laki-laki. Dalam Islam sendiri sudah disediakan tatacara wanita muslimah untuk berperan secara kaffah. Belum pernah ada sejarah yang memberikan tuntunan secara modern dan sempurna selain Islam. Islam tidak melarang seorang muslimah untuk belajar maupun bekerja. Bahkan Islam tidak menghendaki wanita hanya tinggal diam di dalam rumah saja. Terkait hal itu, Islam telah memberi rambu-rambu bagi wanita yang ingin meniti karir, baik dalam bidang pendidikan, politik, dan bentuk pekerjaan sosial lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejatinya, memaknai emansipasi harus sesuai dengan apa yang telah digariskan oleh Allah dan Rasul-Nya. Silahkan wanita bekerja, berpolitik, menggapai pendidikan setinggi mungkin, namun tugasnya dalam rumah tangga dan keluarga harus diprioritaskan. Kartini pun telah mengajarkan demikian. Dalam perjuangannya beliau tidak serta merta meninggalkan suami dan keluarga, tapi malah menjadi prioritas dan pemicu semangat. Wallahu a’lam bi al-showab.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/metaholic.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/metaholic.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/metaholic.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/metaholic.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/metaholic.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/metaholic.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/metaholic.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/metaholic.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/metaholic.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/metaholic.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/metaholic.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/metaholic.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/metaholic.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/metaholic.wordpress.com/301/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=metaholic.wordpress.com&amp;blog=7491808&amp;post=301&amp;subd=metaholic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metaholic.wordpress.com/2012/02/24/emansipasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e84d2e947262eeeb340eef065e0dde0b?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">masnoer®</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Nguwongke Wong&#8221;</title>
		<link>http://metaholic.wordpress.com/2011/11/18/nguwongke-wong/</link>
		<comments>http://metaholic.wordpress.com/2011/11/18/nguwongke-wong/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Nov 2011 00:51:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masnoer®</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Sinau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metaholic.wordpress.com/?p=293</guid>
		<description><![CDATA[PENGEMBANGAN organisasi melalui manajemen sumberdaya manusia atau akrab dikenal Human Resources (HR) tidak hanya melulu dari konsep teori barat namun bisa dilhami dari kearifan lokal budaya Jawa. Sebut saja, konsep &#8221;nguwongke wong&#8221; (memanusiakan manusia) dan &#8221;sugih tanpo bondo&#8221; (kaya tanpa harta benda) yang menurut guru besar Fakultas Psikologi UGM Prof Dr Djamaludin Ancok, sangat cocok [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=metaholic.wordpress.com&amp;blog=7491808&amp;post=293&amp;subd=metaholic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>PENGEMBANGAN</strong> organisasi melalui manajemen sumberdaya manusia atau akrab dikenal <em>Human Resources</em> (HR) tidak hanya melulu dari konsep teori barat namun bisa dilhami dari kearifan lokal budaya Jawa. Sebut saja, konsep <em>&#8221;nguwongke wong&#8221;</em> (memanusiakan manusia) dan <em>&#8221;sugih tanpo bondo&#8221;</em> (kaya tanpa harta benda) yang menurut guru besar Fakultas Psikologi UGM Prof Dr Djamaludin Ancok, sangat cocok dan relevan dalam pengembangan organisasi modern yang berkembang sekarang ini. &#8221;Manusia bukan lagi dianggap aset dalam konsep sebuah organisasi, tapi bagian penting dari organisasi. Menciptakan manusia itu semakin bersumberdaya dan semakin bermakna,&#8221; katanya dalam diskusi &#8221;Manajement Forum, The future of HR&#8221; <span id="more-293"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Prof Ancok, konsep HR masa depan bukan lagi uang sebagai tolak ukur untuk meningkatkan prestasi kerja. Melainkan, terbangunnya rasa kebersamaan dan suasana kerja kondusif. &#8221;Disinilah konsep <em>&#8221;nguwongke wong&#8221;</em> dan &#8216;<em>&#8216;sugih tanpo bondo&#8221;</em> sangat relevan,&#8221; Selain berinovasi, pemimpin HR di sebuah perusahaan juga harus mampu mendorong tumbuhnya kompetensi dan rasa  saling berbagi informasi antarkaryawan. &#8221;Jangan sampai organisasi membunuh kompetensi. Jika sudah terkotak, birokratis, tidak <em>sharing knowledge</em> maka biaya&#8217; yang dikeluarkan sangat mahal,&#8221; Seorang HR harus menganggap semua orang yang bekerja di perusahaan sebagai orang penting. Tidak ada orang yang dianggap lebih penting di sebuah perusahaan. &#8221;Dulu orang menganggap pilot paling penting dalam menerbangkan pesawat. Tapi kini yang lebih penting adalah supir mobil yang mengantar pilot datang tepat waktu ke bandara,&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">HR perlu membuat strategi baru untuk membangun perubahan <em>leadership</em>, <em>mindset</em> dan budaya kepada karyawan dalam membantu organisasi mencapai tujuan utamanya. &#8221;Karena karyawan tidak hanya dimiliki fisiknya, namun juga jiwanya,&#8221; Ditambahkan, strategi pengelolaan HR harus menempatkan karyawan sesuai dengan keahliannya. Apabila tidak dijalankan maka yang muncul adalah rasa frustasi. Oleh karena itu, tugas HR adalah meningkatkan kompetensi, komitmen dan kontribusi karyawan untuk memberikan yang terbaik bagi perusahaan dengan disertasi imbalan yang setimpal. &#8221;Orang yang bertahan bekerja biasanya sedikit <em>give</em> tapi banyak dapat <em>get</em>. Sementara yang memilih keluar dari perusahaan karena banyak <em>give</em> tapi sedikit <em>get</em> yang didapatkan,&#8221;  Tapi apa yang menyebabkan seseorang mau datang ke tempat kerja?  justru bukan uang atau status, namun lebih kepada hubungan relasi kerja yang sudah terbangun di tempat kerja.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/metaholic.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/metaholic.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/metaholic.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/metaholic.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/metaholic.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/metaholic.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/metaholic.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/metaholic.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/metaholic.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/metaholic.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/metaholic.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/metaholic.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/metaholic.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/metaholic.wordpress.com/293/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=metaholic.wordpress.com&amp;blog=7491808&amp;post=293&amp;subd=metaholic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metaholic.wordpress.com/2011/11/18/nguwongke-wong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e84d2e947262eeeb340eef065e0dde0b?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">masnoer®</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tradisi Ngabuburit yang Salah Kaprah</title>
		<link>http://metaholic.wordpress.com/2011/08/16/tradisi-ngabuburit-yang-salah-kaprah/</link>
		<comments>http://metaholic.wordpress.com/2011/08/16/tradisi-ngabuburit-yang-salah-kaprah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Aug 2011 01:00:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masnoer®</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metaholic.wordpress.com/?p=286</guid>
		<description><![CDATA[FENOMENA RAMADAN Istilah ngabuburit berasal dari bahasa Sunda dengan akar kata “burit” yang artinya sebuah representasi waktu yang menunjukkan mulainya malam hari. Nah, sekarang istilah ngabuburit sudah dipakai oleh semua orang yang mengartikannya sebagai kegiatan mengisi waktu sampai tiba saatnya berbuka puasa.  Bahkan tren ini menjadi sebuah tradisi yang tak bisa dilepaskan dari bulan Ra*ma*dan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=metaholic.wordpress.com&amp;blog=7491808&amp;post=286&amp;subd=metaholic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">FENOMENA RAMADAN</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://metaholic.files.wordpress.com/2011/08/ngabuburit-ugm-04.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-287" title="ngabuburit-ugm-04" src="http://metaholic.files.wordpress.com/2011/08/ngabuburit-ugm-04.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Istilah ngabuburit berasal dari bahasa Sunda dengan akar kata “burit” yang artinya sebuah representasi waktu yang menunjukkan mulainya malam hari. Nah, sekarang istilah ngabuburit sudah dipakai oleh semua orang yang mengartikannya sebagai kegiatan mengisi waktu sampai tiba saatnya berbuka puasa.  Bahkan tren ini menjadi sebuah tradisi yang tak bisa dilepaskan dari bulan Ra*ma*dan. Beragam kegiatan dila*kukan selama ngabuburit, mulai dari kegiatan positif hingga kegiatan negative.  Meski tak ada kaitannya dengan budaya Minangkabau, toh istilah ngabuburit begitu akrab ditelinga masyarakat. Bahkan, bagi sebagian remaja belum merasa senang jika belum ngabuburit. Di kota Padang, misalnya para remaja menunggu waktu buka puasa dengan jalan-jalan sore atau sekedar duduk di pinggiran Pantai Padang. Sekilas memang tak ada yang salah dengan kegiatan ini, tapi jika diper*hatikan lebih saksama lagi terlihat aktivitas ngabuburit sering digunakan para remaja untuk berduaan dengan lawan jenisnya di tempat yang romantis dan agak sepi.</p>
<p>Fenomena ngabuburit saat Ramadan sudah memasyarakat, terutama pada anak-anak muda perkotaan. Pada saat sore tiba mereka keluar rumah dengan berkendaraan motor berbon*cengan dengan pasangannya atau bergerombol dan men*datangi tempat-tempat ramai dengan alasan menunggu waktu buka puasa. Padahal bukan itu sebenarnya hakekat ngabuburit yang dijalani oleh masyarakat Sunda tempo dulu.<span id="more-286"></span></p>
<p>Sekadar pengetahuan, anak-anak Sunda dahulunya selalu ngabuburit di tajug atau surau. Mereka bersemangat pergi ke tajug untuk salat Maghrib berjamaah dan mengaji. Selama ngabuburit itu, mereka di*bimbing oleh ajengan (kiyai) setempat. Mereka baru akan pulang ke rumah setelah salat Isya berjamaah. Prakteknya sekarang ini, ngabuburit justru diisi dengan kegiatan tidak bermanfaat seperti menonton televisi seharian, berpacaran atau kegiatan duniawi yang bersifat hura-hura.</p>
<p>Seperti halnya yang sering dilakukan para remaja di Kota Padang. Sepulang pesantren Ramadan yang diwajibkan Pemko Padang, biasanya anak-anak dan remaja tidur di rumah. Sorenya, menjelang berbuka puasa mereka ke plaza, Pantai Padang, di warnet atau berkeliling dengan kendaraan guna mengisi waktu kosong. Padahal, waktu kosong itu dapat digunakan untuk hal yang bermanfaat seperti mengaji, salat atau aktivitas dakwah lainnya.</p>
<p>Profesor Dadan Wildan Anas dari Universitas Galuh Ciamis juga pernah menye*butkan istilah ngabuburit ini diperkirakan sudah ada sejak abad XV silam. Pada abad ke-15, Kerajaan Mataram menata kota-kota dengan membuat sebuah pusat kegiatan masya*rakat berupa sebuah alun-alun, masjid, dan pasar serta fasilitas pendukung lainnya sehingga menarik warga untuk men*datanginya. Karena pusat keramaian di Alun-alun, maka menjadi lokasi paling favorit untuk ngabuburit.</p>
<p>Tradisi ngabuburit yang dilakukan masyarakat Sunda tempo dulu juga diisi dengan beragam permainan rakyat, misalnya petak umpet, gatrik, dan sebagainya. Untuk meme*riahkan suasana, anak-anak di daerah perkampungan biasanya bermain lodong atau jeblugan, yakni bermain perang-perangan dengan media bambu mirip sebuah meriam yang diisi dengan karbit hingga meng*hasilkan suara dentuman.</p>
<p>Pengaruh Teknologi</p>
<p>Tak dapat dipungkiri peru*bahan makna dan praktek ngabuburit selaras dengan perkembangan teknologi. Me*lalui sosialisasi media massa yang menampilkan keelokkan panorama alam di Indonesia menjadi pemicu perubahan tradisi ngabuburit. Sudah menjadi rutinitas bagi stasiun televisi menayangkan program acara ngabuburit sebelum waktu berbuka puasa tiba. Bahkan, sebuah konser musik yang digelar sebuah perusahaan rokok terkemuka juga meng*gunakan istilah ngabuburit sebagai tema acaranya. Alhasil, istilah ngabuburit kini seolah telah menjadi kata baku dalam pergaulan remaja saat bulan puasa tiba.</p>
<p>Ajaran Islam sebenarnya tidak mengenal istilah nga*buburit atau apa pun yang merujuk pada kegiatan serupa untuk menunggu waktu buka puasa. Jika saat ini, istilah ngabuburit kemudian dikaitkan dengan tradisi bulan Ramadan, hal ini akibat adanya proses akulturasi dalam penyebaran agam Islam. Maksudnya, ajaran Islam masuk dengan mem*perhatikan sisi tradisi lokal. Dalam hal ini adalah tradisi ngabuburit yang telah dikenal luas di tanah Sunda.</p>
<p>Di Arab sendiri, tidak me*ngenal kegiatan atau tradisi yang dilakukan masyarakat untuk menunggu waktu ber*buka puasa. Meski demikian, selama tujuan ngabuburit tersebut dilakukan untuk kegiatan yang positif dan menambah nilai keutamaan beribadah puasa, maka kegiatan ngabuburit tersebut sebenarnya tidaklah masalah. Misalnya, tujuannya adalah agar bisa saling ber*si*la*tura*him dengan diskusi dan mengaji ajaran islam lebih dalam.</p>
<p>Ngabuburit Lemahkan Moral Remaja</p>
<p>Fenomena ngabuburit yang salah kaprah ini tentu tidak boleh dibiarkan saja. Sebab, dengan membiarkan tradisi ini memasyarakat sama artinya dengan melegalkan generasi yang akan datang untuk me*nginterpretasikan bahwa nga*buburit adalah bagian dari manfaat puasa. Tak hanya itu, para remaja pun akan dibuat malas karena terbiasa mengha*biskan waktu dengan sia-sia Padahal sesungguhnya Islam tak pernah mengajarkan me*nunggu buka puasa dengan bersenang-senang, berpacaran dan menyia-nyiakan waktu.</p>
<p>Untuk itu, perlu peran serta keluarga, pemerintah, ulama dan semua elemen masyarakat meluruskan fenomena ini. Pada intinya, ngabuburit boleh dilakukan tapi dengan catatan tidak mengabaikan waktu dan dilakukan untuk kegiatan positif. Berikut diantaranya kegiatan ngabuburit yang diajarkan Islam, yakni men*dengarkan ceramah agama, berzikir, membaca Al-Qur’an, membagi panganan (sedekah) untuk buka puasa kepada tetangga atau kerabat dekat.</p>
<p>Media massa pun harus mendukung kegiatan positif ngabuburit. Puasa tidak sekedar menahan haus dan lapar saja, sebab Islam juga mengatur rukun puasa, manfaat puasa, keutamaan puasa, yang mem*batalkan puasa sampai adab berpuasa. Karena itu, peran media massa sangat besar untuk mengingatkan masyarakat bahwa ngabuburit itu tidak bermanfaat bagi puasa kita.</p>
<p>Ngabuburit Digital</p>
<p>Kemajuan teknologi infor*masi dan komunikasi menis*cayakan perubahan gaya hidup (life style) dalam kultur kese*harian. Begitupun yang terjadi dengan aktivitas ngabuburit yang selalu dipraktikkan masyarakat Muslim di seluruh Indonesia dengan kegiatan dan aktivitas beragam. Di era digital kali ini, bentuk atau wujud nga*buburit pun menjadi beragam sesuai dengan minat, kesena*ngan, hobi, dan kemampuan sang Muslim.</p>
<p>Ada banyak kegiatan yang dilakukan umat Islam kala dirinya mengisi waktu luang untuk menunggu berbuka (ifthar) puasa. Ada ribuan situs islami yang dapat dibrowsing melalui internet. Situs ini memuat artikel-artikel islami dan muslimah, konsultasi islami pengetahuan bisnis islami, belajar bahasa arab dan me*nyediakan berbagai rekaman ceramah islami yang dapat di download dengan gratis. Artikel maupun rekaman itu dida*patkan dari berbagai ceramah ustad di berbagai daerah. Cocok bila didengar sambil bekerja/belajar maupun menjadi teman di perjalanan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/metaholic.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/metaholic.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/metaholic.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/metaholic.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/metaholic.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/metaholic.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/metaholic.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/metaholic.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/metaholic.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/metaholic.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/metaholic.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/metaholic.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/metaholic.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/metaholic.wordpress.com/286/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=metaholic.wordpress.com&amp;blog=7491808&amp;post=286&amp;subd=metaholic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metaholic.wordpress.com/2011/08/16/tradisi-ngabuburit-yang-salah-kaprah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e84d2e947262eeeb340eef065e0dde0b?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">masnoer®</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://metaholic.files.wordpress.com/2011/08/ngabuburit-ugm-04.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ngabuburit-ugm-04</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gedung Baru dan Kapasitas Anggota DPR</title>
		<link>http://metaholic.wordpress.com/2011/04/14/gedung-baru-dan-kapasitas-anggota-dpr/</link>
		<comments>http://metaholic.wordpress.com/2011/04/14/gedung-baru-dan-kapasitas-anggota-dpr/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Apr 2011 01:15:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masnoer®</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metaholic.wordpress.com/?p=279</guid>
		<description><![CDATA[Polemik pembangunan gedung baru DPR sepertinya tidak berkesudahan, meski sudah ditentang oleh banyak pihak sejak beberapa bulan lalu, namun rencana pembangunan itu terus jalan. Dan ketika ditentang lagi, maka rencana itu menjadi ditimbang-timbang lagi. Begitu seterusnya, muncul, tenggelam, dan kemudian muncul lagi. Pembangunan gedung baru direncanakan, menurut Ketua DPRRI Marzukie Alie, dilandasi bahwa rencana itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=metaholic.wordpress.com&amp;blog=7491808&amp;post=279&amp;subd=metaholic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Polemik pembangunan gedung baru DPR sepertinya tidak berkesudahan, meski sudah ditentang oleh banyak pihak sejak beberapa bulan lalu, namun rencana pembangunan itu terus jalan. Dan ketika ditentang lagi, maka rencana itu menjadi ditimbang-timbang lagi. Begitu seterusnya, muncul, tenggelam, dan kemudian muncul lagi. Pembangunan gedung baru direncanakan, menurut Ketua DPRRI Marzukie Alie, dilandasi bahwa rencana itu merupakan rencana DPR periode sebelumnya. Pembangunan itu disebut untuk lebih mendukung peningkatan kerja anggota DPR. Gedung yang selama ini, Gedung Nusantara I, dirasa sudah tidak mencukupi untuk bekerja.<br />
<a href="http://metaholic.files.wordpress.com/2011/04/index.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-280" title="index" src="http://metaholic.files.wordpress.com/2011/04/index.jpg?w=645" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:justify;">
Kalau dilihat secara fakta dan hitungan, Gedung Nusantara I, memang terjadi kelebihan beban. Dihitung dari kapasitas memang terjadi kelebihan penghuni, karena anggota DPR saat ini memiliki staf ahli 2, dulu 1. Ditambah sekretaris 1 berarti dalam satu ruang ada 4 orang, satunya lagi anggota DPR itu sendiri. Total penghuni Gedung Nusantara I ada sekitar 2240 orang, itu belum ditambah dengan staf ahli fraksi, office boy, security, dan staf ahli tambahan lainnya dari anggota DPR. Tentu Gedung Nusantara I akan semakin kelebih beban apabila staf ahli masing-masing anggota sebanyak 5 orang.<span id="more-279"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Kelebihan beban itu juga nampak begitu padatnya lalu lintas di Gedung Nusantara I. Untuk menuju dari lantai ke lantai melalui lift harus antre begitu lama. Sehingga banyak penghuni untuk bisa masuk ke lift harus mencari akal, seperti menuju basement atau naik ke lantai paling atas lebih dahulu. Kelebihan beban penghuni menunjukan seolah-olah memang Gedung Nusantara I sudah tidak mewadahi. Namun menjadi pertanyaan apakah bila gedung baru itu dibangun benar-benar akan meningkatkan produktivitas anggota DPR? Nah itu yang menjadi pertanyaan banyak pihak. Seorang tukang bajaj, ketika ditanya oleh sebuah media mengenai pembangunan gedung baru itu mengatakan, kalau bisa membuat dirinya lebih mudah cari rezeki dan menurunkan harga-harga kebutuhan jadi lebih murah, silakan dirikan gedung baru. Tapi, kalau tidak, untuk apa?Namun harapan sang tukang bajaj yang ingin nasibnya diperjuangkan itu sepertinya susah terpenuhi. Alasannya, kapasitas anggota DPR sepertinya belum sepenuhnya berpihak kepada rakyat. Kapasitas-kapasitas anggota DPR saat ini adalah. Pertama, pemilu 2009 masih banyak menghasilkan wajah lama. Dengan sistem suara terbanyak atau nomer urut, wajah-wajah lama masih mampu memenangi pemilu.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun masalahnya kinerja mereka sebagai wakil rakyat, tidak berbeda dengan pengalaman periode sebelumnya. Produk legislasi yang terbilang rendah, produk undang-undang yang dihasilkan saling-silang, korupsi, bolos sidang, dan lebih suka melakukan studi banding terulang dalam periode DPR masa ini. Dalam Periode 2009-2014, sebuah catatan menunjukan produktivitas anggota DPR dalam setahun pertama masa tugas periode 2009-2014 masih sangat rendah, baru menyelesaikan lima RUU dari 70 yang diproritaskan dalam Program Legislasi Nasional. Padahal target prolegnas 2010 adalah 70 RUU, sehingga masih ada 65 RUU yang molor penyelesaiannya.Ini bisa terjadi karena salah satunya disebabkan oleh kebiasaan lama oleh anggota lama. Pada tahun 2008 Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) Indonesia menilai kinerja legislasi DPR 2004-2009 buruk. Dari target 284 rancangan undang-undang (RUU) hanya 60% yang diselesaikan. Dari jumlah itu diprediksi hanya 170 undang-undang.</p>
<p style="text-align:justify;">Terpilihnya anggota lama menjadi anggota DPR masa ini bukan karena faktor kesalahan pemilih, namun sang anggota yang mempunyai kinerja sebagai wakil rakyat yang buruk itu tetap ngotot mencalonkan diri sebagai anggota DPR. Seharusnya mereka tahu diri sejauh mana mereka bisa memperjuangkan aspirasi masyarakat. Kalau dilihat dari perilaku anggota DPR periode kemarin, sebenarnya masyarakat sudah bisa menilai. Namun, misalnya money politic, maka kesekian kalinya mereka terpilih lagi.Kedua, Terbukti partai politik yang mengajak artis-artis sebagai calegnya mampu mendulang suara yang signifikan. Figur yang ganteng, cakap, dan lucu ternyata merupakan penampilan yang menarik bagi masyarakat, sehingga masyarakat pun berduyun-duyun mencontrengnya. Namun, yang menjadi pertanyaan, sejauh mana kapasitas dan kemampuan para artis itu dalam menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat? Mereka akan bingung, gugup, dan kelihatan linglung dalam dunia yang selama ini baru baginya. Dunia politik merupakan dunia yang sangat jauh dari dunia keartisan. Mereka yang biasanya bekerja dalam dunia akting, glamor, sebagai presenter atau master of ceremony (MC), tiba-tiba harus bersentuhan dengan dunia yang penuh intrik, adu debat, lobi-lobi, menyerap aspirasi, dan mengawasi jalannya pemerintahan.</p>
<p style="text-align:justify;">Apabila mereka tidak sanggup, tentunya mereka akan lebih banyak dikendalikan oleh parpolnya dan bisa jadi mereka lebih cenderung bolos sidang. Sebab, mereka tidak menguasai masalah atau bahan-bahan yang harus dikerjakan. Apabila demikian yang terjadi, aspirasi dan perjuangan yang diamanatkan rakyat kepada mereka tidak akan bisa dilakukan.Bukti dari kurang optimalnya artis adalah, yang menjadi perdebatan bukan masalah fungsi pengawasan, anggaran, atau legeslasi, namun masalah pribadi. Buktinya perseteruan antara Eko Patrio, anggota DPR dari PAN, dengan Pramono Anung, Wakil Ketua DPR dari PDIP, bukan masalah tiga fungsi DPR, namun masalah pribadi.Ketiga, banyak anggota DPR dalam setiap bekerja yang dipikirkan adalah hanya uang. Mereka pastinya senang menjadi anggota DPR, namun mereka berpikir bagaimana uang yang selama ini dihabiskan untuk kampanye dan money politic bisa kembali secepat mungkin. Nah, di sinilah letak kerawanan terhadap pelanggaran hukum. Mereka jauh-jauh hari sudah mempunyai niat agar uang yang sudah dikeluarkan kembali dengan cepat. Cara yang paling cepat atau jalan pintas ialah dengan melakukan korupsi.</p>
<p style="text-align:justify;">Meski sudah banyak anggota DPR yang ditangkap dan dipermalukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), namun pelajaran itu tidak membuat jera. Dengan alasan dibebani utang yang banyak, merealisasi janji dalam bentuk materi kepada konstituen, dan untuk memperkaya keluarganya, maka tindakan-tindakan korupsi tetap saja dilakukan. Korupsi yang dilakukan anggota DPR saat ini bisa saja lapang jalan, sebab RUU Tipikor saat melapangkan seseorang untuk tidak takut korupsi. Toh kalau terjerat hukum mereka tidak dikenai hukuman mati dan bisa lepas bila mengembalikan uang hasil korupsinya itu. Dengan ketiga sifat  anggota DPR se    perti diuraikan di atas, maka bila kelak gedung baru berdiri, sepertinya tidak akan memberi manfaat yang banyak, tidak akan memperjuangkan apa yang seperti diinginkan oleh tukang bajaj tadi. Sepertinya langkah apapun yang dilakukan untuk meningkatkan produktifitas, dari membangun gedung baru hingga menambah staf ahli, tidak akan menambah produktifas kerja anggota DPR sebelum mental mereka berubah.<a href="http://suar.okezone.com/read/2011/04/13/58/445546/gedung-baru-dan-kapasitas-anggota-dpr"><strong>OkeZone</strong></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/metaholic.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/metaholic.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/metaholic.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/metaholic.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/metaholic.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/metaholic.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/metaholic.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/metaholic.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/metaholic.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/metaholic.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/metaholic.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/metaholic.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/metaholic.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/metaholic.wordpress.com/279/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=metaholic.wordpress.com&amp;blog=7491808&amp;post=279&amp;subd=metaholic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metaholic.wordpress.com/2011/04/14/gedung-baru-dan-kapasitas-anggota-dpr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e84d2e947262eeeb340eef065e0dde0b?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">masnoer®</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://metaholic.files.wordpress.com/2011/04/index.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">index</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
